I.
Nomor
Percobaan
: ke V
II.
Tanggal
Praktikum
: 13 oktober 2014
III.
Judul
Praktukum
: Nitrogen dan Fosfor
IV.
Tujuan
Praktikum :
Tujuan
umum :
Mahasiswa
memahami beberapa karakteristik
nitrogen dan fosfor
Tujuan Khusus :
Setelah melakukan
kegiatan laboratories,mahasiswa dapat menentukan terbentuknya karakteristik.
a. Beberapa gas senyawa nitrogen,
NH3, N2, dan NO
b. Fosifina
V.
Alat
dan Bahan
a. Tabung uji (reaksi) i.
Larutan NaOH (2 M)
b. Pembakar bunsen j.
Asam asetat (5 M)
c. Batang pengaduk kaca k.
Larutan tiourea (~0,2 M)
d. Natrium nitrit padatan l.
Larutan FeCl3 (~0,1 M)
e. Larutan NaNO2
(~0,2 M) m.
Larutan KI (~0,2 M)
f. Kloroform atau CCl4
n.
Lembaran Al dan pita Mg
g. Larutan AgNO3 (~0,1 M) o. Na3PO4
– anhydrous padatan
h. Larutan KCNS (0,1 M) p.
HCl pekat dan indicator PP
VI.
Dasar
Teori
Nitrogen atau Zat lemas adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang N
dan nomor atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas
tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan merupakan gas diatomik bukan logam yang
stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Dinamakan zat
lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi dengan unsur lainnya.Nitrogen
adalah 78,08% persen dari atmosfir Bumi dan
terdapat dalam banyak jaringan hidup. Zat lemas membentuk banyak senyawa
penting seperti asam amino, amoniak, asam nitrat, dan sianida.
Nitrogen adalah zat non logam, dengan
elektronegatifitas 3.0. Mempunyai 5 elektron di kulit terluarnya. Oleh karena
itu trivalen dalam sebagian besar senyawa. Nitrogen mengembun pada suhu 77K
(-196oC) pada tekanan atmosfir dan membeku pada suhu 63K (-210oC).Nitrogen
(Latin nitrum, Bahasa Yunani Nitron berarti "soda
asli", "gen", "pembentukan") secara resmi ditemukan
oleh Daniel
Rutherford pada 1772, yang menyebutnya udara beracun atau udara
tetap. Pengetahuan bahwa terdapat pecahan udara yang tidak membantu dalam pembakaran telah diketahui oleh ahli
kimia sejak akhir abad ke-18 lagi. Nitrogen juga dikaji pada masa
yang lebih kurang sama oleh Carl Wilhelm
Scheele, Henry
Cavendish, dan Joseph Priestley, yang menyebutnya sebagai udara
terbakar atau udara telah flogistat. Gas nitrogen adalah cukup lemas
sehingga dinamakan oleh Antoine Lavoisier
sebagai azote, daripada perkataan Yunani αζωτος yang bermaksud "tak bernyawa".
Istilah tersebut telah menjadi nama kepada nitrogen dalam perkataan Perancis dan kemudiannya berkembang ke
bahasa-bahasa lain.
Senyawa nitrogen diketahui sejak Zaman Pertengahan Eropa. Ahli alkimia mengetahui asam nitrat sebagai aqua fortis. Campuran
asam
hidroklorik dan asam nitrat dinamakan akua regia, yang diakui karena kemampuannya
untuk melarutkan emas. Kegunaan senyawa nitrogen dalam bidang
pertanian dan perusahaan pada awalnya ialah dalam bentuk kalium nitrat,terutama dalam penghasilan serbuk peledak
(garam mesiu), dan kemudiannya, sebagai baja
dan juga stok makanan ternak kimia.Hidrida utama nitrogen ialah amonia (NH3) walaupun hidrazina
(N2H4) juga banyak ditemukan. Amonia bersifat basa
dan terlarut sebagian dalam air
membentuk ion ammonium
(NH4+). Amonia cair sebenarnya sedikit amfiprotik dan membentuk ion ammonium dan amida
(NH2-); keduanya dikenal sebagai garam amida dan nitrida
(N3-), tetapi terurai dalam air.
Gugus bebas amonia dengan atom hidrogen tunggal atau ganda
dinamakan amina.
Rantai, cincin atau struktur hidrida nitrogen yang lebih besar juga diketahui
tetapi tak stabil.Nitrogen merupakan unsur kunci dalam asam amino dan asam nukleat, dan ini menjadikan nitrogen
penting bagi semua kehidupan. Protein disusun dari
asam-asam amino, sementara asam nukleat menjadi salah satu komponen pembentuk DNA
dan RNA. Polong-polongan, seperti kedelai, mampu menangkap nitrogen secara
langsung dari atmosfer karena bersimbiosis dengan bakteri bintil akar. Ada 2
isotop Nitrogen yang stabil yaitu: 14N dan 15N. Isotop
yang paling banyak adalah 14N (99.634%), yang dihasilkan dalam
bintang-bintang dan yang selebihnya adalah 15N. Di antara sepuluh
isotop yang dihasilkan secara sintetik, 1N mempunyai paruh waktu
selama 9 menit dan yang selebihnya sama atau lebih kecil dari itu.
Limbah baja nitrat merupakan penyebab
utama pencemaran air sungai dan air bawah tanah. Senyawa yang mengandung
siano(-CN) menghasilkan garam yang sangat beracun dan bisa membawa kematian
pada hewan dan manusia. industri Nitrogen
merupakan industri yang menggunakan unsur
dasar nitrogen sebagai bahan baku utamanya. Nitogen yang berasal dari
udara merupakan komponen utama dalam pembuatan pupuk
dan telah banyak membantu intensifikasi produksi bahan makanan di seluruh
dunia. Pengembangan proses fiksasi nitrogen telah berhasil memperjelas berbagai
asas proses kimia dan proses tekanan tinggi serta telah menyumbang banyak
perkembangan di bidang teknik kimia.
Sebelum adanya proses fiksasi
(pengikatan) nitrogen secara sintetik, sumber utama nitogen untuk keperluan
pertanian hanyalah bahan limbah dan kotoran hewan, hasil dekomposisi dari
bahan-bahan tersebut serta amonium sulfat yang didapatkan dari hasil sampingan
pembuatan kokas
dari batubara. Bahan-bahan seperti ini tidak mudah
ditangani belum lagi jumlahnya yang tidak mencukupi semua kebutuhan yang
diperlukan. Salpeter
Chili, salpeter
dari air kencing hewan dan manusia, dan amonia yang dikumpulkan dari pembuatan kokas menjadi penting
belakangan ini tetapi akhirnya disisihkan lagi oleh amonia sintetik dan nitrat.
Amonia merupakan bahan dasar bagi pembuatan hampir semua jenis produk yang
memakai nitrogen.
Catatan pertama mengenai usaha
pembentukan senyawa nitrogen sintetis pertama dilakukan oleh Priestley
dan Cavendish
yang melewatkan percikan bunga
api listrik di dalam bejana berisi udara bebas dan akhirnya
mendapatkan nitrat
setelah sebelumnya melarutkan oksida yang terbentuk dalam
reaksi dengan alkali. Penemuan ini cukup besar di masanya,
mengingat kebutuhan senyawa nitrogen untuk pupuk yang besar namun sayangnya
alam tidak cukup untuk memenuhinya. Karena itu, adanya senyawa nitrogen yang
dapat dibuat di dalam laboratorium memberikan peluang baru. Namun usaha
komersial dari proses ini tidak berjalan dengan mudah mengingat banyaknya
kebutuhan energi yang besar dan efisiensinya yang terlalu
rendah. Setelah ini banyak proses terus dikembangkan untuk perbaikan. Nitrogen
pernah juga diikatkan dari udara sebagai kalsium
sianida, namun tetap saja proses ini masih terlalu mahal.
Proses-proses lain juga tidak terlalu berbeda, seperti pengolahan termal atas
campuran oksida
nitrogen (NOX), pembentukan sianida dari berbagai sumber nitrogen,
pembentukan aluminium
nitrida, dekomposisi amonia dan
sebagainya. Semuanya tidak menunjukkan harapan untuk dapat dikomersialkan
walaupun secara teknis semua proses ini terbukti dapat dilaksanakan.
Sampai akhirnya Haber
dan Nernst
melakukan penelitian yang menyeluruh tentang keseimbangan antara nitogen dan hidrogen di bawah tekanan sehingga membentuk
amonia. Dari penelitian ini pula didapatkan beberapa katalis yang sesuai.
Reaksi ini sebenarnya membutuhkan tekanan sistem yang tinggi, tetapi pada masa
itu peralatan yang memadai belum ada dan mereka merancang peralatan baru untuk
reaksi tekanan tinggi (salah satu sumbangan dari perkembangan industri baru
ini).
Bukan peralatan tekanan tinggi saja yang
akhirnya tercipta karena dipicu oleh tuntutan industri nitrogen ini. Haber dan Bosch,
ilmuwan lain yang bekerjasama dengan Haber, juga mengembangkan proses yang
lebih efisien dalam usahanya menghasilkan hidrogen dan nitrogen murni. Proses
sebelumnya adalah dengan elektrolisis air untuk
menghasilkan hidrogen murni, dan distilasi udara
cair untuk mendapatkan nitrogen murni yang kedua usaha ini masih
terlalu mahal untuk diaplikasikan dalam mengkomersialkan proses baru pembuatan
amonia mereka. Maka mereka menciptakan proses lain yang lebih murah.
Usaha bersama mereka mencapai kesuksesan
pada tahun 1913 ketika berhasil membentuk amonia pada
tekanan tinggi. Proses baru ini masih memerlukan banyak energi namun
pengembangan lebih lanjut terus dilakukan. Dengan cepat proses ini berkembang
melebihi proses sintetis senyawa nitrogen lainnya, dan menjadi dominan sampai
sekarang dengan perbaikan-perbaikan besar masih berlanjut.
Bahan baku utama yang banyak digunakan
dalam industri nitrogen adalah udara, air, hidrokarbon dan tenaga listrik. Batubara dapat menggantikan hidrokarbon namun
membutuhkan penanganan yang lebih rumit, sehingga proses menjadi kompleks dan
berakibat pada mahalnya biaya operasi.Dari semua macam senyawa nitrogen, amonia
adalah senyawa nitogen yang paling penting. Amonia merupakan salah satu senyawa
dasar nitogen yang dapat direaksikan dengan berbagai senyawa yang berbeda
selain proses pembuatan amonia yang sudah terbukti ekonomis dan efisiensinya
yang sampai sekarang terus ditingkatkan. Sebagian besar amonia diperoleh dengan
cara pembuatan sintetis di pabrik dan sebagian kecilnya diperoleh dari hasil
samping suatu reaksi.
Penggunaan gas amonia bermacam-macam ada
yang langsung digunakan sebagai pupuk, pembuatan pulp
untuk kertas, pembuatan garam
nitrat dan asam nitrat,
berbagai jenis bahan peledak,
pembuatan senyawa
nitro dan berbagai jenis refrigeran.
Dari gas ini juga dapat dibuat urea, hidrazina
dan hidroksilamina. Gas amonia
banyak juga yang langsung digunakan sebagai pupuk, namun jumlahnya masih
terlalu kecil untuk menghasilkan jumlah panen yang maksimum. Maka dari itu
diciptakan pupuk campuran, yaitu pupuk yang mengandung tiga unsur penting untuk
tumbuhan (N + P2O5 + K2O). Pemakaian yang
intensif diharapkan akan menguntungkan semua pihak. Amonia
kualitas komersial meliputi NH3 cair murni dan yang larut dalam air
dengan konsentrasi 28 %NH3. Transportasi bahan ini sebagian
besar memakai tangki silinder dan sebagian lagi ada yang langsung disalurkan
melalui pipa. Belakangan ini pemakaian pipa mulai
berkembang pesat, terutama dari pusat produksi ke pusat distribusi yang
keseluruhan panjangnya bisa mencapai 1.000 Km.
Reaksi dan keseimbangan
2N2(g) + 3H2(g) ==> 2NH3(g)
Karena molekul produk amonia mempunyai volum yang lebih kecil dari
jumlah volum reaktan maka keseimbangan akan bertambah ke arah amonia dengan
peningkatan tekanan. Peningkatan suhu reaksi menyebabkan memberikan efek yang
sebaliknya terhadap keseimbangan karena reaksi bersifat eksotermis,
namun memberikan efek positif terhadap laju
reaksi. Maka dari itu perlu dihitung suhu optimal agar menghasilkan
keuntungan yang maksimum.
Amonium
nitrat atau dengan sebutan NH4NH3 (ammonium nitrate) dapat dibuat dengan amonia
dan asam nitrat sebagai bahan bakunya. proses pembuatan amonium nitrat pun ada
beberapa macam antara lain : 1. Proses Prilling 2. Proses Kristalisasi,
dan 3. Proses Stengel atau Granulasi. dari ke-tiga tahap tersebut, adalah proses kristalisasilah yang
paling mudah; prosesnya; bahan baku amonia dan asam nitrat masuk ke reaktor
dengan bentuk fasenya adalah amonia masih berupa gas dan asam nitrat telah
berupa fase liquid. dari reaktor semua bahan baku tersebut di lanjutkan ke
evaporator lalu dikristalizer dan akhirnya di separator dan jadilah amonium
nitrat.
Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena
mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi
walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan). Fosfor berupa berbagai
jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka
seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga
atau perak,
dan zink silikat (Zn2SiO4)yang dicampur dengan mangan. Kegunaan
fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan
pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in
the dark). Fosfor pada tabung sinar katoda mulai dibakukan pada sekitar Perang Dunia II
dan diberi lambang huruf "P" yang diikuti dengan sebuah angka.
(Yunani, phosphoros, yang memiliki cahaya; nama kuno untuk planet Venus ketika tampak sebelum matahari terbit). Brand menemukan fosfor di tahun 1669 dengan mempersiapkannya dari air kencing.
(Yunani, phosphoros, yang memiliki cahaya; nama kuno untuk planet Venus ketika tampak sebelum matahari terbit). Brand menemukan fosfor di tahun 1669 dengan mempersiapkannya dari air kencing.
Fosfor terdapat dalam empat atau lebih bentuk
alotropik: putih (atau kuning), merah, dan hitam (atau ungu). Fosfor biasa
merupakan benda putih seperti lilin. Bentuknya yang murni tidak memiliki warna
dan transparan. Fosfor putih memiliki dua modifikasi: alfa dan beta dengan suhu
transisi pada -3,8 derajat Celcius. Ia tidak terlarut dalam air, tetapi melarut
dalam karbon disulfida. Ia dapat terbakar dengan mudah
di udara dan membentuk pentaoksida. Tidak pernah ditemukan di alam, unsur
ini terdistribusikan dalam berbagai mineral. Batu fosfat, yang memiliki mineral
apatit, merupakan tri-kalsium-fosfat yang tidak murni dan merupakan
sumber penting elemen ini. Deposit yang besar telah ditemukan di Rusia, Maroko,
dan negara bagian Florida, Tennessee, Utah, dan Idaho.
Fosfor sangat beracun. 50 mg bahan ini dosis yang
sangat fatal. Jangan terekspos pada fosfor putih lebih dari 0,1 mg/m3
(berdasarkan 8 jam berat rata-rata, selama 40 jam per minggu). Fosfor putih
harus disimpan dalam air, karena sangat reaktif dengan udara. Alat khusus (forceps)
juga perlu digunakan untuk menangani unsur ini karena dapat membakar kulit.
Ketika terekspos pada sinar matahai atau ketika dipanaskan dalam uapnya sampai
250 derajat Celcius, ia terubah ke dalam berbagai bentuk merah yang tidak
bereaksi di udara secara mudah seperti bentuknya yang putih. Bentuk ini juga
tidak sebahaya bentuk putih. Tetapi tetap perlu kehati-hatian dalam
menanganinya, karena ia dapat berubah bentuk lagi ke yang putih pada suhu-suhu
tertentu serta mengeluarkan asap beracun jika dipanaskan. Bentuk merah cukup
stabil, menguap dengan tekanan udara 1 atm dan 17o C dan diguankan
dalam membuat korek api yang aman, kembang api, pestisida, bomb asap, dll.
Fosfor putih dapat dibentuk oleh berbagai metoda.
Salah satu proses, tri-kalsium fosfat dipanaskan dengan karbon dan silika dalam
tungku pemanas listrik. Fosfor elementer terbebaskan sebagai uap dan terkumpul
sebagai asam fosfor, bahan utama untuk pupuk super fosfat. Dalam beberapa tahun
terakhir, asam fosfor yang mengandung 70% – 75% P2O5,
telah menjadi bahan penting pertanian dan produksi tani lainnya. Permintaan
untuk pupuk secara global telah meningkatkan produksi fosfat yang banyak.
Fosfat juga digunakan untuk produksi gelas spesial, seperti yang digunakan pada
lampu sodium. Kalsium fosfat digunakan untuk membuat perabotan China dan untuk
memproduksi mono-kalsium fosfat. Fosfor juga digunakan dalam memproduksi baja,
perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya. Trisodium fosfat sangat penting
sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga korosi
pipa-pipa. Fosfor juga merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma,
jaringan saraf dan tulang.
Pentingnya peranan mineral fosfor, menempati urutan
kedua setelah kalsium dalam total kandungan tubuh. Fosfor yang berbentuk
kristal kalsium fosfat yang terdapat dalam tubuh sebanyak 80% berada dalam
tulang dan gigi. Fungsi utamanya sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk
metabolisme lemak dan pati, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk
sintesa DNA serta penyerapan dam pemakaian kalsium. Kandungan fosfor dalam
makanan banyak terdapat dalam makanan yang tinggi protein, seperti ikan, ayam,
daging, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serelia atau gandum. Kandungan
fosfor dalam makanan olahan juga banyak seperti daging proses, roti, havermut
atau bahan makanan yang mengandung bahan makanan utama pengandung fosfor
seperti disebutkan diatas. Kebutuhan fosfor untuk anak-anak berfungsi untuk
penunjang perkembangan disaat pertumbuhan. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil
tentu lebih bnayak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, karena ibu hamil
membutuhkan fosfor lebih banyak untuk tulang janinnya. Jika intake kalsium
kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit
tulang keropos pada ibu, kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi
protein juga diperhatikan
Pada umumnya, suatu zat bisa menyala akibat adanya
eksitasi elektron yang terjadi di dalam zat tersebut. Eksitasi elektron
melibatkan dua orbital yang memiliki tingkat energi yang berbeda, satu lebih
tinggi dan satu lebih rendah. Pada saat elektron tereksitasi, elektron berpindah
dari orbital bernenergi lebih rendah ke orbital yang berenergi lebih tinggi,
yang merupakan reaksi yang non-spontan (dibutuhkan "driving force"
untuk menyebabkan sebuah elektron tereksitasi, misalnya pemanasan oleh
pembakaran ataupun ekposur terhadap sinar matahari). Anggap saja jumlah energi
yang diperlukan untuk mengeksitasi elektron tersebut adalah sejumlah X kJ. Nah,
pada saat elektron yang tereksitasi ingin kembali ke orbital asalnya (yang
memiliki energi lebih rendah), energi sejumlah X kJ itu dilepaskan kembali.
Nah,energi yang dilepaskan ini berada dalam bentuk photon (cahaya), yang
panjang gelombangnya berada di range "visible" (warna yang dapat
dilihat mata manusia). Itulah sebabnya sebuah warna akan berpendar dari zat
tersebut. Sebuah contoh yang dekat sekali dengan kehidupan kita adalah
benda-benda yang "glow in the dark". Penyebab eksitasi elektron pada
mainan-mainan "glow in the dark" ini adalah exposur terhadap cahaya
(matahari). Sebenarnya mainan-mainan itu berpendar sepanjang terekspos terhadap
cahaya (matahari). Hanya saja, cahaya yang dihasikan dari hasil eksitasi
elektron dari mainan itu sendiri kalah terang dari cahaya (matahari), dan kita
tidak bisa melihat bahwa mainan itu sedang "berpendar". Inilah
sebabnya mengapa mainan "glow in the dark" tersebut hanya akan
terlihat berpendar pada ruang gelap atau pada malam hari.
Kemampuan zat untuk memendarkan cahaya dengan cara
seperti ini sebenarnya dibagi menjadi beberapa jenis. Dua di antaranya adalah
yang dikenal dengan istilah phosphorescence and fluororescence. Phosporescence
berbeda dengan fluororescence dalam hal lama waktu zat tersebut
"menyimpan" cahaya mereka. Umumnya, phosporescence akan berpendar
lebih lama.
Fosfor hitam hampir memiliki struktur yang sama jika
dibanding fosfor merah, namun kestabilan fosfor hitam lebih tinggi dibanding
fosfor merah karena ikatan yang terbentuk. Pada fosfor hitam,
terbentuk rantai panjang (dalam Kimia Organik dikenal sebagai polimer, dalam
kimia anorganik hanya disebut rantai). Dengan rantai yang panjang itu,
terbentuk sudut ikat yang relatif besar sehingga masing2 atom fosfor membentuk
geometri piramida segitiga.Jika, dibandingkan dengan fosfor merah. Fosfor merah
lebih rekaitf dan mudah meledak bila bersentuhan dengan udara bebas. Hal
tersebut disebabkan sudut ikat yang terlalu kecil antara atom-atom fosfor
sehingga terjadi daya tolakan yang relatif besar pada atom-atom yang
berdekatan.
Jika di dalam Kimia Organik, hal tersebut disebut
Strain Enegy (energi regangan), semakin besar keinginan atom untuk memperbesar
sudut ikat, semakin besar pula Energy Strain atom tersebut. Contoh:
siklopropana memiliki Energy Strain lebih besar dibanding sikloheksana. Pentingnya peranan mineral fosfor, menempati urutan kedua setelah
kalsium dalam total kandungan tubuh.
Fosfor yang berbentuk kristal
kalsium fosfat yang terdapat dalam tubuh sebanyak 80% berada dalam tulang dan
gigi. Fungsi
utamanya sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati,
sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesa DNA serta penyerapan
dam pemakaian kalsium.
Kandungan fosfor dalam
makanan banyak terdapat dalam makanan yang tinggi protein, seperti ikan, ayam,
daging, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serelia atau gandum. Kandungan
fosfor dalam makanan olahan juga banyak seperti daging proses, roti, havermut
atau bahan makanan yang mengandung bahan makanan utama pengandung fosfor seperti disebutkan diatas.
Kebutuhan fosfor untuk anak-anak berfungsi untuk penunjang perkembangan disaat
pertumbuhan.
Kebutuhan fosfor bagi
ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, karena
ibu hamil membutuhkan fosfor lebih banyak untuk tulang janinnya. Jika intake
kalsium kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab
penyakit tulang keropos pada ibu, kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila
konsumsi protein juga diperhatikan. Fosfor (P) adalah
mineral yang berperan penting dalam struktur dan fungsi tubuh, setelah kalsium.
Fosfor didalam tubuh kita 80% berada pada tulang dan gigi dalam bentuk kalsium
fosfat. Fosfor ditemukan dalam banyak makanan yang tinggi protein, oleh karena
itu kekurangan mineral ini sangat jarang. Berikut ini adalah Beberapa Fosfor
Memiliki peranan utama dalam mempertahankan kalsium, tulang dan gigi.
VII.
PROSEDUR
PERCOBAAN
1.
Ke dalam tabung reaksi campurkan 0,1 gram kristal NaNO3,
sepotong kecil pita aluminium, dan 2 ml larutan NaOH (2M) dan sumbat tidak
terlalu rapat dengan kertas untuk mengurangi kecepatan keluarnya gas hasil
kemudian panaskan. Identifikasi gas yang keluar dari hasil pemanasan tersebut
dengan membuka sumbat kertas, dan (a) mengenali baunya, (b) mendekatkan ujung
batang pengaduk kaca ( yang telah dicelupkan kedalam asam hidroklorida pekat)
ke atas mulut tabung, (c) mendekatkan kertas, lakmus merah basah oleh air pada
mulut tabung dan (d) menutup mulut tabung dengan kertas yang telah dibasahi
dengan indicator PP dan mengamatinya ( kerjakan ini dalam almari asam ).
2.
Kedalam larutan 1-2 mL natrium nitrit 0,2 M tambahkan
beberapa tetes asam asetat 5 M, kemudian tambahkan 1-2 mL larutan tiuorea 0,2
M. Amati perubahan reaksi yang terjadi, dan apabila reaksi telah berhenti
tambahkan beberapa tetes larutan FeCl3. Catat segala perubahan yang
terjadi. Yakinkan hasil amatan anda dengan membandingkan warna hasil reaksi
tersebut dengan warna dari campuran beberapa tetes larutan FeCl3 dan
larutan tiourea dalam tabung uji (reaksi) lain.
3.
Kedalam larutan 1-2 mL natrium nitrit 0,2 M tambahkan 1-2 mL
larutan KI 0,2 M dan kemudian asamkan dengan beberapa tetes asam asetat.
Tambahkan 2 mL kloroform ( atau CCl4 ), kocok baik – baik dengan
menutup mulut tabung dengan ibu jari. Rasakan adanya tekanan gas dari dalam
tabung, biarkan tabung terbuka dan teliti ada-tidaknya perbedaan warna gas pada
bagian dalam tabung dengan bagian mulut tabung ; agar lebih jelas tabung uji
diberi latar belakang kertas putih. Catat pula warna larutan kloroform.
2.
Masukkan 0,2 gram kristal Na3PO4,
anhydrous kedalam tabung uji reaksi kecil, tambahkan pita Mg 6 mm, dan panaskan
dengan nyala Bunsen hingga campuran nampak kemerahan. Biarkan campuran dingin
dan kemudian tambahkan air dan segera uji gas yang keluar dengan menempatkan
kertas yang telah dibasahi dengan larutan perak nitrat pada mulut tabung.(
kerjakan ini dalam almari asam ).
VIII.
HASIL
PENGAMATAN
|
No
|
Perlakuan
|
Amatan
dan Simpulan / Persamaan reaksi
|
|
1.
2.
3.
4.
|
NaNO2 + Al + NaOH(aq) dipanaskan,
dibau
+ HCl pekat pada batang pengaduk
+Kertas lakmus merah
+ kertas basah indikator PP
NaNO2(aq) + CH3COOH +
(NH2)2CS (aq)
+ FeCl3(aq)
NaNO2(aq) + KI(aq) + CHCl3(aq)
+ CH3COOH
Na3PO4(s) + Mg dipanaskan
+ H2O + kertas AgNO3
|
Berbau pesing
Ada asap
Dari merah jadi biru
PH 14 (berubah jadi ungu)
NaNO2(aq) (tak berwarna) + CH3COOH(aq)
(tak berwarna) + (NH2)2CS(aq) (berwarna kuning) + FeCl3(aq) (tak
berwarna) → larutan berwarna orange
NaNO2(aq) (tak berwarna) + KI(aq)
(tak berwarna) + CHCl3(aq) (tak berwarna) → Ada gelembung ,
terpisah dua larutan dibagian bawah ungu, dibagian atas coklat.
Larutan coklat
|
\
IX.
REAKSI
- Persamaan Reaksi :
1.
NO2-(aq) + (NH2)2CS(aq)
--> N2(g) + SCN-(aq)
+ 2H2O(aq)
SCN-(aq) + Fe2+(aq)
--> Fe(SCN)3(aq)
2. NO2-(aq)
+ I-(aq) + 2CH3COOH(aq) -->
I2(g) + 2NO(g) + 2CH3COO-(aq)
+ 2H2O(aq)
3. Na3PO4(aq) +
4Mg(s)
--> 4MgO(s)
+ Na3P(aq)
Na3P(aq) + 3H2O(l)
--> PH3(aq)
+ 3Na+(aq) + 3OH-(aq)
PH3(aq) + 6
Ag+(aq) + 3NO3-(aq)
--> Ag3P . 3AgNO3(s)
+ 3H+(aq
X.
PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini
mengenai
fosfor dan nitrogen, dilakukan tiga macam percobaan dengan tujuan untuk dapat
memahami dan mengetahui beberapa karakteristik yang dimiliki oleh unsure nitrogen dan
posfor dimana dapat ditentukan melalui gas yang dihasilkan oleh larutan yang
mengandung unsur nitrogen atau fosfor dan juga bisa melalui warna maupun bau
gas tersebut.
Pada percobaan pertama setelah
dicampurkan kristal
NaNO3 dengan sepotong kecil pita aluminium serta larutan NaOH (2M). Setelah larutan
yang sudah dicampurkan dipanaskan menghasilkan bau pesing. Hasil positif
didapatkan dengan adanya gas dengan bau yang khas dari larutan tersebut yaitu
bau pesing.
Gas tersebut
merupakan amoniak (NH3) yang bersifat basa
lemah. Jadi dapat pastikan bahwa urea merupakan senyawa organik yang mengandung
unsur nitrogen.
Sesuai dengan teorinya pada
percobaan kedua, dilakukan pencampuran NaNO2 + CH3COOH +
Urea dan pencampuran FeCl3 + urea. Dari kedua pencampuran tersebut
diperoleh hasil yang berbeda untuk yang pencampuran pertama, warna larutan
berubah dari bening dan setelah ditambahkan FeCl3 menjadi kuning
kecoklatan, selain itu timbul gelembung – gelembung gas, dan dinding tabung
terasa panas. Sedangkan pada pencampuran kedua tanpa penambahan asam asetat dan
natrium nitrit pada FeCl3 + urea diperoleh warna larutan kuning
bening dan tanpa menghasilkan gelembung – gelembung gas.
Secara pengamatan yang kami lakukan
NaNO2(aq) tidak berwarna dipipeti sebanyak 2 ml dimasukkan kedalam
tabung reaksi ditambah 2 ml urea tidak berwarna ketika ditambahkan larutan
tetap bening / tak berwarna ketika ditrambahkan larutan tetap bening / tak
berwarna, kemudian ditambah CH3COOH sebanyak tiga tetes larutan
tetap tak berwarna, kemudian ditambahkan 10 tetes FeCl3 larutan
dalam tabung reaksi berwarna orange dengan banyak gelmbung – gelembung gas
disekitar dinding tabung reaksi. Setelah di diamkan beberapa lama gelembung 2X
gas semakin banyak dan ukuran gelembung lebih besar – besar. Gas yang
dihasilkan berupa N2
Secara teori percobaan ketiga
dengan penambahan larutan KI pada NaNO2 mengakibatkan terjadinya 2
fase tetapi setelah penambahan kloroform terjadinya perubahan lagi yaitu
terdapat tiga fase dimana bagian atas berwarna coklat, dan bagian tengah dan
bawah masing – masing berwarna kuning dan pink.
Secara pengamatan dari praktikum
yang nomor tiga ini mula – mula larutan NaNO2(aq) dicampur KI(aq)
menghasilkan larutan yang tak berwarna, karena warna larutan NaNO2
dan KI juga tak berwarna, kemudian campur kembali dengan larutan CH3COOH
yang tak berwarna dan CHCl3 yang tak berwarna yang akhirnya
menghasilkan dua larutan yang terpisah (tak bercampur) dan warna larutannya pun
berbeda, dibagian atas berwarna coklat dan pada larutan dibawahnya
berwarna pink, dikocok dan kemudian sesaat ada perubahan larutan bawah menjadi
pink pekat keungu – unguan hal ini dilakukan samdil mulut tabung ditutup pakai
ibu jari. Ternyata ada gas yang dihasilkan yang dapat diidentifikasi dari warna
yang melekat pada jari jempol, yang berwarna kuning, yaitu jenis gas NO dan ada
pula I2 yang dihasilkan, yang dilihat dari adanya gelembung gas yang
dihasilkan.
XI.
KESIMPULAN
1.
Nitrogen dan fosfor
bukan penghantar listrik dan keduanya membentuk oksida asam sehingga tidak
diragukan lagi diklasifikasikan sebagai non logam.
2.
Hasil positif didapatkan dengan adanya bau pesing. Gas tersebut merupakan amoniak (NH3) yang bersifat basa lemah.
3.
Pada penambahan FeCl3 larutan dalam
tabung reaksi berwarna orange dengan banyak gelmbung – gelembung gas disekitar
dinding tabung reaksi. Gas yang dihasilkan berupa N2
4.
gas yang dihasilkan yang dapat diidentifikasi dari warna
yang melekat pada jari jempol, yang berwarna kuning, yaitu jenis gas NO dan ada
pula I2 yang dihasilkan
5.
unsure nitrogen dapat di identifikasi dari bau, warna
serta gas yang dihasilkan
XII.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.2013.Unsur nitrogen dan fosfor. http://bahankuliah2013.wordpress.com/2013/03/13/unsur-nitrogen-fosfor/ diakses pada 18 oktober 2014
Vidiastuti,ririn.2013.Nitrogen dan Fosfor.
https://www.scribd.com/doc/ 177790171/4-
Nitrogen-Dan-Fosfor.diakses pada 18 oktober 2014.
Fessenden, R. J.,
dan Fessenden, J. S.
1997. Dasar-Dasar Kimia Organik. Bina Aksara: Jakarta.